Populer

Ini Baru Awal dari De Bruyne

Manchester - Ketika Manchester City mendatangkan Kevin De Bruyne dengan harga mahal, para pendukung City sudah tahu apa yang harus diekspektasikan. Yang dibebani ekspektasi pun tahu bagaimana memberikan jawaban.

Harga De Bruyne selangit. Beberapa media Inggris menyebut, City harus mengeluarkan uang hingga 55 juta poundsterling untuk mendapatkan pemain asal Belgia tersebut. Pantaskah dia dihargai selangit?

Untuk mendapatkan jawabannya, mari kita lihat catatan yang ditorehkannya ketika memperkuat VfL Wolfsburg di musim 2014/2015. Dari 34 kali bermain di Bundesliga musim itu, De Bruyne mencetak 10 gol. Yang luar biasa, dia menciptakan 111 peluang musim itu, terbanyak di antara pemain-pemain Wolfsburg. Dari 111 peluang tersebut, 20 di antaranya merupakan assist.

Sebagai perbandingan saja, posisi kedua dalam soal menciptakan peluang di Wolfsburg musim itu ditempati oleh Ricardo Rodriguez, dan dia hanya menciptakan 54 peluang "saja".

Dengan modal yang sedemikian bagusnya, wajar kalau City rela mengeluarkan banyak uang dan mengikatnya dengan kontrak 6 tahun. Tinggal bagaimana De Bruyne saja menjawab ekspektasi, pantaskah dia dihargai semahal itu.

Kali terakhir De Bruyne bermain untuk klub Premier League, nasibnya tidak berujung baik. De Bruyne sempat berstatus pemain Chelsea dari 2012 hingga 2014, tapi sangat kesulitan untuk menembus tim utama. Ia akhirnya dipinjamkan ke Werder Bremen pada musim 2012/2013 dan di sanalah ia menunjukkan tajinya. Bersama Bremen, De Bruyne tampil 33 kali di liga dan menyumbang 10 gol.

Ada beberapa prediksi ketika City memutuskan untuk membeli De Bruyne. Salah satunya adalah anggapan, City membutuhkan De Bruyne untuk berbicara lebih banyak di kancah Eropa (baca: Liga Champions). Pemahaman De Bruyne dengan gaya main khas Eropa daratan semestinya memang bisa digunakan oleh The Citizens.

Namun, De Bruyne justru tidak dimasukkan ke dalam starting XI ketika City menghadapi Juventus di matchday I Liga Champions. De Bruyne malah unjuk kemampuan lebih dulu di Premier League.

Dalam dua pertandingan dengan kostum biru langit City, Squawka melansir bahwa De Bruyne sudah mengkreasikan 9 peluang. Ia pun langsung masuk dalam daftar lima besar pemain yang paling menciptakan peluang di City --khusus untuk Premier League. Dalam daftar lima besar itu ada Jesus Navas dan Yaya Toure (mengkreasikan 15 peluang), David Silva (12), dan Aleksandar Kolarov (9).

Kesembilan peluang yang dikreasikan De Bruyne pada dua laga pertamanya bersama City berupa operan kunci. Lima di antaranya berasal dari crossing ataupun sepak pojok. De Bruyne memang bisa dimainkan di belakang penyerang, tetapi catatan ini menunjukkan ia cukup fasih dimainkan di sisi sayap --terutama di sisi kiri. Cocok dengan gaya main City yang acapkali melancarkan serangan dari pinggir.





grafis operan kunci De Bruyne pada dua laga awalnya bersama City di Premier League (sumber: Squawka.com)

Tentu, salah satu yang mencuri perhatian dari De Bruyne adalah ketika dia mencetak gol pertamanya untuk City. Pada laga melawan West Ham United, Sabtu (19/9) lalu, De Bruyne mencetak satu gol via tendangan dari luar kotak penalti. Ini adalah "salam kenal" dari De Bruyne untuk pendukung City dan layak dinanti apa yang akan diperlihatkannya lagi setelah "salam kenal" itu.

Sialnya buat De Bruyne dan City, mereka kalah 1-2 pada laga tersebut. Manajer Manuel Pellegrini pun enggan berkomentar banyak terkait gol pemain berusia 24 tahun itu.

"Yang terpenting adalah kami meraih kemenangan, tapi kenyataannya tidak demikian," kata Pellegrini kepada Manchester Evening News.

Well, City dan De Bruyne masih punya kesempatan untuk unjuk kemampuan. Akhir pekan ini, Sabtu (26/9), mereka akan bertandang ke White Hart Lane untuk menghadapi Tottenham Hotspur.( sumber: sport.detik.com )

BERITA LAINNYA
Zidane Selamatkan Posisi Presiden Real Madrid
Minggu, 29 Mei 2016 | 20:22:46
BERIKAN KOMENTAR
Top